Cerpen : Takdir Yang Berbisik

Takdir Yang Berbisik karya : Fika Zahrotul Rofi'ah Fajar masih menggantung di ufuk timur kala Liona mengayunkan langkahnya meninggalkan rumah mungil di sudut kampung. Sesekali ia menyeka keringat yang membasahi dahinya. Mentari mulai menampakkan diri, menyorotkan sinarnya yang menyengat. Namun itu tak menghalau Liona untuk terus melangkah. Pekerjaannya di kota sebagai seorang pembantu rumah tangga tak memungkinkannya memiliki waktu luang.  Saat Liona memasuki area perkotaan yang semakin padat, kedengaran dengungan hiruk-pikuk aktivitas manusia. Klakson mobil bersahutan, deru mesin kendaraan bermotor mengiringi setiap tapak kakinya. Liona menghela napas panjang. Ia telah terbiasa dengan semua itu.  Sesampainya di sebuah rumah mewah bergaya modern, Liona mengetuk pintu. Tak berapa lama seorang wanita setengah baya membukakan pintu untuknya. Senyum sumringah menghiasi wajah wanita itu. "Selamat pagi, Non. Seperti biasa, Liona akan membersihkan rumah dulu." Begitulah awal har...

Filsafat Pendidikan

 KONSEP DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN 


A. Pengertian filsafat Pendidikan 

Berbagai pengertian filsafat pendidikan telah ditemukan para ahli. Menurut al-Syaibany (1979:36), filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur, yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyalaraskan dan memadukan proses pendidikan. artinya, filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan maklumat yang diupayakan untuk kemanusiaan merupakan faktor yang integral. Filsafat pendidikan juga bisa didefinisikan sebagai kaidah filosofis dalam bidang pendidikan yang menggambarkan aspek-aspek pelaksanaan falsafah umum dan menitikberatkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam upaya memecahkan persoalaan-persoalan pendidikan secara praktis. Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut data pikir maupun daya perasaan, menuju tabiat manusia. sementara menurut thompson, filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan tanpa ada batas atau implikasinya, ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau alat-alatnya. Tapi juga meneliti dengan seksama, hal-hal yang dimaksud. keseluruhan masalah yang dipikirkan oleh filosof tersebut merupakan suatu upaya untuk menenmukan hakikat masalah, sedangkan suatu hakikat itu dapat dibakukan melalui proses kompromi.(halaman 61) Menurut Imam Barnadib (1993) filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan dalam bidang-bidang pendidikan. baginya filsafat pendidikan merupakan aplikasi sesuatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan. sedangkan menurut seorang ahli filsafat Amerika, Brubachen, filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda, dan filsafat dipandang sebagai bunga, bukan sebagai akar tunggal pendidikan, filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan, karena punya kiata dengan filsafat umum. Kendati kaitan ini tidak penting, tapi yang terjadi adalah suatu keterpaduan antara pandangan filosofis dengan filsafat pendidikan, karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala hidup. Usaha untuk mendapatkan pengertian filsafat pendidikan yang lebih sempurna ada baiknya melihat beberapa konsep mengenai pengertian pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah bimbingan secara sadar dari pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian yang utama dan ideal. Kepribadian yang ideal adalah kepribadian yang memiliki kesadaran modal dan sikap mental secara teguh dan sungguh-sungguh memegang dan melaksanakan ajaran atau prinsip-prinsip nilai yang menjadi pandangan hidup secara individu, masyarakat maupun filsafat bangsa dan negara.(halaman 62) Dalam pandangan John Dewey, pendidikan adalah sebagai prosess pembentukan kemampuan dasar yang fundamental yang menyangkut daya pikir maupun daya rasa manusia. dalam hubungannya, Al-Syaibani menjelaskan pendidikan adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan kehidupan alam sekitarnya. Lebih lanjut, Soegarda Poerwakatja menguraikan bahwa pengertian pendidikan dalam arti luas sebagai semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuan, pengalaman, kecakapan, dan keterampilan kepada generasi muda, sebagai usaha menyiapkan generasi muda agar dapat memahami fungsi hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Upaya ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan kedewasaan dan kemampuan anak untuk memikul tanggungjawab moral dari segala perbuatannya. Proses pendidikan adalah proses perkembangan yang bertujuan. Dan tujuan dari proses perkembangan itu secara alamiah adalah kedewasaan, kematangan dari kepribadian manusia. dengan demikian jelaslah bahwa pengertian pendidikan itu erat kaitannya dengan masalah yang dihadapi dalam kehidupan manusia. Pendidikan diartikan sebagai suatu proses usaha dari manusia dewasa yang telah sadar akan kemanusiaannya dalam membimbing, melatih mengajar dan menanamkan nilai-nilai dan dasar-dasar pandangan hidup kepada (halaman 63) generasi muda agar nantinya menjadi manusia yang sadar dan bertanggungjawab akan tugas-tugas hidupnya sebagai manusia, sesuai dengan sifat hakiki dan ciri-ciri kemanusiaannya, dengan kata lain, proses pendidikan merupakan rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan dasar dan kehidupan pribadinya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta dalam hubungannya dengan alam sekitarnya agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Dari uraian diatas, dapat ditarik sebuah pengertian bahwa filsafat pendidikan sebagai ilmu pengetahuan normatif dalam bidang pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma atau ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya dilaksanakan oleh manusia dalam hidup dan kehidupannya.(halaman 64)



Footnote:
Mila Hasanah, dkk. Filsafat Pendidikan. (Banjarmasin: CV. Kanhaya Karya. 2022) H. 61-64

Cover dan pengarang :






PENGERTIAN FILSAFAT

Filsafat dapat diartikan sebagai way of life manusia sepanjang kehidupannya di dunia. Cita-cita manusia selalu berkaitan dengan falsafah hidupnya. Bahkan, nasib suatu bangsa dan negara bergantung pada ideologi yang dianut, yang secara substansial diciptakan oleh filsafat. Filsafat bermakna sikap sadar serta penuh tanggungjawab dalam memikirkan segala sesuatu secara integral dan kontemplatif. Kata filsafat berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani philein atau philos dan sofein atau sophi. Ada pula yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah, yang artinya al-hikmah. Philos, artinya cinta, sedangkan sophia, artinya kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat dapat diartikan "cinta kebijaksaan atau al-hikmah." Orang yang mencintai atau mencari kebijaksanaan atau kebenaran disebut dengan filsuf. Filsuf selalu belajar dan mencari kebenaran dan kebijaksanaan tanpa mengenal batas. Mencari kebenaran dengan pendekatan filosofis yang (halaman 1)
radikal dan kontemplatif, yaitu mencari kebenaran hingga ke akar-akarnya yang dilakukan definisi filsafat dapat dikemukakan Beberapa sebagai berikut. secara mendalam. 
1. Filsafat adalah proses pencarian kebenaran dengan cara menelusuri hakikat dan sumber kebenaran secara sistematis, logis, kritis, rasional, dan spekulatif. Alat yang digunakan untuk mencari kebenaran adalah akal yang merupakan sumber berpikir. Dengan demikian, kebenaran filosofis adalah kebenaran berpikir yang rasional, logis, sistematis, kritis, radikal, dan universal. 
2. filsafat adalah pengetahuan tentang cara berpikir terhadap segala sesuatu atau semua sekalian alam. Artinya, materi pembicaraan filsafat adalah segala hal yang menyangkut keseluruhan yang bersifat universal. Dengan demikian, pencarian kebenaran filosofis tidak pernah berujung dengan kepuasan dan tidak mengenal pemutlakan kebenaran. Bahkan, untuk suatu yang "sudah" dianggap benar pun, kebenarannya masih diragukan. Dikatakan tidak mengenal kata puas karena kebenaran akan mengikuti situasi dan kondisi dan alam pikiran manusia yang haus akan pengetahuan. manusia

3. Filsafat adalah pengembaraan alam pikir yang tidak mengenal kata henti untuk sebuah ilmu dan kebenaran yang hakiki. pengetahuan

4. Filsafat adalah pencarian kebenaran dengan cara (halaman 2)berpikir sistematis. Yakni berfikir logis, berfikir secara teratur mengikuti sistem yang berlaku.

5. Pengertian formal dari filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap. Suatu sikap falsafi yang benar adalah sikap yang kritis dan mencari kebenaran tanpa batas. Sikap tersebut merupakan sikap terbuka dalam melihat persoalan dengan berbagai sudut pandang dan tanpa prasangka. Filsafat adalah mencari jawaban yang tidak pernah abadi. Berfilsafat tidak pernah selesai dengan ditemukannya kebenaran, tetapi kebenaran pertama yang telah diperoleh merupakan langkah awal menuju kontemplasi filosofis yang lebih mendalam dan mengakar. Dengan demikian, "tidak ada" kebenaran akhir dari hasil perenungan filosofis karena hakikat kebenaran bukan sebatas yang tampak. 6. Filsafat adalah seni kritik dengan tidak membatasi diri pada destruksi pemikiran tentang kebenaran. Franz Magnis Suseno menegaskan bahwa kritis dalam filsafat adalah kritis dalam arti bahwa filsafat tidak pernah puas diri, tidak pernah membiarkan sesuatu dianggap sudah selesai. Filsafat akan terus membuka kembali perdebatan, dalam arti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran tesis antitesis dan sintesisnya. Kebenaran pertama merupakan awal menuju kebenaran kedua dan seterusnya. Dengan demikian, tidak ada kata (halaman 3)
"berhenti" untuk menggali kebenaran yang sesungguhnya "paling benar" Kebenaran yang paling benar pun akan dikaji kembali karena tidak ada kebenaran yang paling benar sepanjang kebenaran itu dihasilkan melalui rasionalisasi. 7. Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas). Filsafat merupakan refleksi rasional atas keseluruhan realitas untuk mencapai hakikat (kebenaran) dan memperoleh hikmat (kebijaksanaan). Al-Kindi (801-873 M) menyebutkan bahwa filsafat adalah "Kegiatan manusia tingkat tertinggi yang merupakan pengetahuan yang benar mengenai hakikat segala yang ada bagi manusia. Bagian filsafat yang paling mulia adalah pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran. 8. Filsafat adalah pencarian kebenaran tanpa mengenal batas dengan menggunakan rasio secara sistematis dan radikal yang diawali keraguan atas segala sesuatu. Menjangkau segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, yang bersifat kontemplatif, logis, kritis, dan spekulatif. Filsafat menjelajah keberadaan yang empiris, fisik, metafisik, natural, supranatural, materiil, immateriil, rasional, dan suprarasional. Segala sesuatu yang ada adalah sesuatu yang keberadaannya pasti, artinya ada dengan sendirinya dan (halaman 4)keberadaannya tidak disebabkan oleh keberadaan lain yang disebut wajib ada. Ada yang wajib ada, keberadaannya tidak disebabkan oleh kemungkinan lain. Adapun yang mungkin ada, keberadaannya bergantung pada berbagai kemungkinan, misalnya keberadaan manusia mungkin karena manusia diciptakan oleh Sang Pencipta Yang Maha Sang Pencipta itu wajib ada. (Halaman 5) 


B. PENGERTIAN PENDIDIKAN

 W.J.S. Poerwadarminta, menjelaskan pendidikan sebagai berikut.

1. Pendidikan dari segi bahasa berasal dari kata dasar didik, dan diberi awalan men, myaitu kata kerja yang artinya memelihara memberi latihan (ajaran), Pendidikan sebagai kata benda, berarti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Pendidikan, yaitu pendewasaan diri dan latihan.enjadi mendidik. (HALAMAN 10)

2. Rechey dalam bukunya, Planning for Teaching, an Introduction, menjelaskan pengertian pendidikan, "The term 'education' refers to the broad function of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concern. Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. It is an essencial social activity by which communities continue to exist. In complex communities this function is specialized and institutionalized in formal education, but there is always the education outside the school with which the formal process in related." Istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama untuk memperkenalkan warga masyarakat baru (generasi muda) pada pengenalan terhadap kewajiban dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat. Jadi, proses pendidikan jauh lebih luas daripada proses yang berlangsung di sekolah. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial penting yang berfungsi mentransformasikan keadaan suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.(HALAMAN 11) 

3. Dalam Dictionary of Education, makna education adalah kumpulan semua proses memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk tingkah laku yang bernilai positif di dalam masyarakat tempat ia hidup. Istilah education juga bermakna sebagai sebuah proses sosial ketika seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrl (khususnya lingkungan sosial) sehingga mereka dapat memiliki kemampuan sosial dan perkembangan individual secara optimal.

4. pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk memotivasi, membina, membantu, dan membimbing seseorang untuk mengembangkan segala potensinya sehingga mencapai kualitas diri yang lebih baik. (HALAMAN 12)



PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN 
Ada beberapa antaranya sebagai berikut. 1. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan dengan tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur dan (HALAMAN 17)
Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang secara hakikat pendidikan memikirkan komprehensif dan kontemplatif tentang sumber, seluk beluk pendidikan, fungsi, dan tujuan pendidikan. 2. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang pendidikan dan teori-teori mengkaji proses pendidikan. 3. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat guru dan anak didik dalam proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas. 4. Filsafat pendidikan mengkaji berbagai teori kependidikan, metode, dan pendekatan dalam pendidikan. 5. Filsafat pendidikan mengkaji strategi pembelajaran alternatif. 6. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat tentang kurikulum pendidikan. 7 Filsafat pendidikan mengkaji hakikat evaluasi pendidikan dan evaluasi pembelajaran. 8. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat alat-alat dan media pendidikan. 9. Filsafat pendidikan, yaitu merumuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan hakikat pendidikan dan pelaksanaannya. Pelaksanaan pendidikan dilakukan dengan merujuk pada tujuan pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya. (HALAMAN 18)

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup filsafat pendidikan adalah sebagai 1.Pendidik 
2. Murid atau anak didik 
3. Materi pendidikan
4. Perbuatan mendidik
5. Metode pendidikan
6. Evaluasi pendidikan 
7. Tujuan pendidikan
8. Alat-alat pendidikan 
9. Lingkungan pendidikan
(HALAMAN 20)

Daftar Pustaka:
Sutrisno & Aliet Noorhayati. Filsafat Pendidikan. (Cirebon:  CV Budi Utama. 2014)

Cover sampul & Pengarang 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Takdir Yang Berbisik

DDPH; Hadis tentang lingkungan pendidikan (keluarga)

Media Pembelajaran: Konsep Dasar Media dan Media Pembelajaran