SPI: SPI di Indonesia dalam masa kerajaa islam di indo sejak masa abad pertengahan hingga memasuki masa modern
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SPI di Indonesia dalam masa kerajaa islam di indo sejak masa abad pertengahan hingga memasuki masa modern
Periodesasi Sejarah Abad Pertengahan
Periodesasi sejarah dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman dalam sebuah peristiwa sejarah yang membedakannya dengan periode lain. Periodesasi dapat berdasarkan pada abad, aliran pemikiran, peristiwa penting dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan. Periodesasi yang berdasarkan pada abad, seperti abad ke-16, 17, 18 dan ke-20. Periodesasi yang didasarkan pada aliran pemikiran, seperti abad ke-16 sebagai abad reformasi protestanisme; abad ke-17 rasionalisme, abad ke-18 sebagai abad romantismenasionalisme; abad ke-20 modernisme.1 Dalam ilmu sejarah, periodesasi selalu ada dan diikuti oleh pembagian berdasarkan waktu yang mengikuti pembagian tempat. Misalnya sejarah Indonesia, sejarah Asia, Eropa, atau berdasarkan aktivitas manusia, seperti sejarah politik, ekonomi, sejarah kebudayaan, dan sebagainya. Hal ini Ilmu Sejarah memandang semua itu adalah perkembangan dan perkembangan menyangkut dimensi waktu atau periode tertentu. Contoh masalah perkembangan ini misalnya Islamisasi kerajaan Gowa (Abd XVI sampai Abad XVII) oleh Ahmad M. Sewang, Islamisasi adalah suatu proses yang tidak pernah berhenti, sejak datang Islam pertama, penerimaan dan penyebaran sampai sekarang, akan tetapi waktu itu perlu dibatasi dan terlihat jelas yang dimaksud adalah pertengahan Abad XVI sampai pertengahan Abad XVII. Dengan demikian perkembangan adalah menyangkut dimensi waktu dan ini harus ada batas waktu atau priode agar dapat memahami lebih intens pada persoalan yang ditulis sebagai sejarah. Para sejarawan dapat saja berbeda antara satu dengan lainnya dalam membuat periodesasi itu, tergantung pada sudut pandang dan titik tekan masing-masing. Ada sejarawan melihat perkembangan Islam atas lima periode. Pertama, Klasik/650-1250 M, kedua disintegrasi/1000-1250 M, ketiga pertengahan/1250-1800 M, keempat tiga kerajaan besar/1500- 1800 M, dan kelima modern/1800-sekarang. Periodesasi sejarah seperti ini, juga dikemukakan Ahmad Syalabi, Badri Yatim, dan pakar sejarah lainnnya seperti Ira M. Lapidus. Namun Ira Lapidus dalam hal ini membagi periodesasi sejarah dengan penekanan pada aspek perkembangan sosial masyarakat Islam yang terdiri atas tiga periode. Pertama, periode awal perkembangan Islam di Timur Tengah (abad VII-XIII). Kedua, periode penyebaran global masyarakat Islam (abad XIII-XIX). Ketiga, periode perkembangan modern umat Islam (abad XIXXX). Demikian pula Henri S. Lucas membagi periodesasi sejarah secara konvensional atas tiga periode, abad klasik, abad pertengahan dan abad modern. Pertama, dari masa Yunani hingga abad ke-5. Kedua, dari abad ke-6 hingga abad ke-15. Ketiga, dari abad ke-15 sampai ke-19 dan sekarang. Tiga periodesasi ini dirinci juga oleh sejarawan Islam namun dengan pemetaan tahun yang berbeda, yakni abad klasik antara tahun 650-1250 M, abad pertengahan antara 1250-1800 M, dan abad modern mulai 1800-sampai sekarang. Berdasar dari uraian-uraian di atas, dan dengan mencermati periodesasi sejarah yang telah dikemukakan, maka yang disebut abad pertengahan dalam sejarah, adalah masa atau periode pertengahan yang bermula sejak tahun 1250 sampai 1800. Sedangkan abad akhir, adalah periode modern yang bermula tahun 1800 sampai sekarang ini. Sebelum abad pertengahan, disebut periode klasik dan peran Arab di masa ini sangat menonjol karena memang Islam hadir di sana. Lain halnya ketika memasuki masa abad pertengahan, sejarah Islam berkaitan dengan empat kawasan, yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab, yakni Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk Spayol Islam. Kawasan pengaruh Persia, yakni Iran dan negara-negara Islam Asia Tengah. Kawasan pengaruh kebudayaan Turki, dan kawasan pengaruh kebudayaan India Islam. Pada abad pertengahan juga, muncul tiga kerajaan besar Islam yang mewakili tiga kawasan budaya, yaitu kerajaan Usmani di Turki, kerajaan Safawi di Persia, dan kerajaan Mughal di India. Kerajaan-kerajaan Islam yang lain pada abad ini, meski juga ada yang cukup besar, tetapi jauh lebih lemah bila dibandingkan dengan tiga kerajaan ini, bahkan berada dalam pengaruh salah satu di antaranya. Lebih dari itu, di abad pertengahan sudah terjadi kontak hubungan dalam berbagai aspek antara Kristen dan Islam, dan akan dijelaskan dalam uraian mendatang. Memasuki abad akhir, atau periode modern yang bermula tahun 1800 dan berlangsung sampai sekarang, kondisi dunia Islam secara politis berada di bawah penetrasi kolonialisme Kristen. Baru pertengahan abad ke-20, dunia Islam bangkit memerdekakan negerinya dari bangsa Barat, Kristen. Periode ini memang merupakan zaman kebangkitan kembali Islam, setelah mengalami kemunduran di abad pertengahan. Hubungan Kristen dan Islam di abad terakhir ini, menyadarkan tokoh-tokoh Islam akan ketinggalan mereka. Usaha untuk memulihkan kembali kekuatan Islam pada umumnya di abad akhir, dikenal dengan gerakan pembaharuan, dan didukung oleh beberapa faktor, namun yang terpenting adalah pemurnian ajaran Islam dari unsurunsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam itu, dan membina gagasan-gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.
FOOTNOTE:
Mastang, M. (2018). Hubungan Kristen dan Islam Pada Abad Pertengahan dan Abad Modern. Jurnal Al Adyaan; Jurnal Sosial dan Agama, 5(01), 3-5.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar