Cerpen : Takdir Yang Berbisik

Takdir Yang Berbisik karya : Fika Zahrotul Rofi'ah Fajar masih menggantung di ufuk timur kala Liona mengayunkan langkahnya meninggalkan rumah mungil di sudut kampung. Sesekali ia menyeka keringat yang membasahi dahinya. Mentari mulai menampakkan diri, menyorotkan sinarnya yang menyengat. Namun itu tak menghalau Liona untuk terus melangkah. Pekerjaannya di kota sebagai seorang pembantu rumah tangga tak memungkinkannya memiliki waktu luang.  Saat Liona memasuki area perkotaan yang semakin padat, kedengaran dengungan hiruk-pikuk aktivitas manusia. Klakson mobil bersahutan, deru mesin kendaraan bermotor mengiringi setiap tapak kakinya. Liona menghela napas panjang. Ia telah terbiasa dengan semua itu.  Sesampainya di sebuah rumah mewah bergaya modern, Liona mengetuk pintu. Tak berapa lama seorang wanita setengah baya membukakan pintu untuknya. Senyum sumringah menghiasi wajah wanita itu. "Selamat pagi, Non. Seperti biasa, Liona akan membersihkan rumah dulu." Begitulah awal har...

Thuruqq Ta'lim al-Lughah al-'arabiyah

Thuruqq Ta'lim al-Lughah al-'arabiyah

 (metode pembelajaran bahasa arab )

A. Pengertian thuruqq ta'lim al Lughah al 'arabiyah
Secara etimologi istilah metodologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata metodos yang berarti cara atau jalan, dan logos artinya ilmu. sedangkan secara semantik metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efisien. Metodologi juga diartikan dengan kata metodik (methodentic) yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode yang akan digunakan dalam penelitian titik dengan kata lain metode adalah ilmu tentang metode-metode yang mengkaji atau membahas mengenai bermacam-macam metode mengajar, tentang keunggulannya, kelemahannya, lebih tepat atau serasi untuk penyajian pelajaran apa, bagaimana, penerapannya dan sebagainya. maksud metodologi pembelajaran bahasa Arab adalah cara atau jalan yang ditempuh bagaimana menyajikan bahan-bahan pelajaran dalam bahasa Arab. Agar mudah diterima diserap dan dikuasai anak didik dengan baik dan menyenangkan. 
Namun, perlu ditegaskan, pemakaian istilah metodologi pembelajaran lebih memberikan arti dan kesan, belajar dan mengajar tidak hanya teoritis tapi juga operasional.

B. Karakteristik thuruqq ta'lim al Lughah al 'arabiyah 
Secara umum, penerapan metode pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi Islam masih menitikberatkan pada metode gramatika terjemah titik ini terbukti dari ciri-ciri khusus yang telah dikembangkan, sebagai berikut:
1. pemberian keterangan kaidah-kaidah tata bahasa Arab oleh pengajar dan penghafalan kaidah-kaidah tersebut oleh para pelajar.
2. penghafalan kata-kata tertentu yang kemudian dirangkaikan menurut kaidah-kaidah tata bahasa yang berlaku.
3. kegiatan-kegiatan yang menerjemahkan kata demi kata, dan kalimat demi kalimat dari bahasa Arab ke dalam bahasa pelajar, dan sangat kurang terjemahan sebaliknya, yang ni dari bahasa murid ke dalam bahasa Arab.
4. latihan untuk kemahiran menggunakan bahasa secara lisan sangat kurang. Kalaupun diberikan, frekuensinya hanyalah sesekali dengan cara-cara yang membosankan karena tidak ada variasi. 
5. kurang menggunakan alat peraga atau alat bantu yang dapat didengar dilihat (audio- visual- Aids). Gambar yang digunakan lebih bersifat ilustrasi daripada untuk pengajaran.


Join Telegram Semester 3&4 : Klik Disini

Adapun beberapa langkah yang ditempuh dalam mengajarkan metode ini yaitu:
1. mempersiapkan acara materi muhadatsah dengan matang dan menetapkan topik yang akan disajikan. 2. materi muhadatsah hendaklah disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak didik. Jangan memberikan muhadatsah dengan kata-kata dan kalimat yang panjang yang tidak dimengerti dan dipahami oleh anak didik.
3. Menggunakan alat peraga sebagai alat bantu muhadasah sebab dengan alat peraga dapat menjelaskan persepsi anak tentang arti dan maksud yang terkandung pada muhadasah.
4. Guru hendaklah menjelaskan terlebih dahulu arti kata-kata yang terkandung dalam muhadasah, dengan menuliskannya di papan tulis. Setelah murid dianggap mengerti, guru menyuruh murid untuk mencoba mempraktikkannya di depan kelas. Dan teman lainnya menyimak dan memperhatikan sebelum mendapat giliran berikutnya.
5. pada muhadasah tingkat lebih tinggi atas, anak didiklah yang lebih banyak berperan, sedangkan guru menentukan topik yang akan dimuhasakan. Dan setelah acara dimulai peranan guru hanya mengatur jalannya muhasa, agar jalannya muhdrasah tetap sportif dan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6. setelah madrasah selesai dilakukan, guru kemudian membuka forum soal jawab dan hal-hal yang perlu untuk didiskusikan mengenai muhadrasah yang baru saja selesai. Jika ada hal-hal yang masih belum dimengerti dan dipahami anak didik, guru mengulangi penjelasannya lagi, dan mencatatkannya di depan papan tulis dan menyuruh murid untuk mencatat di buku tulisnya.
7. penguasaan bahasa secara aktif itulah yang baik dan berhasil bukan hanya penguasaan pasif.
8. selalu melatih alat pendengaran dan pengucapan, agar menjadi fasih dan lancar sehingga secara spontan kapan dan di mana saja diperlukan. 

Sumber : Drs. H. Ahmad izzan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. 2011. Bandung: HUMANIORA 

Pembelajaran ialah pelajaran yang bertujuan untuk mencapai kemahiran membentuk abjad dan kemahiran mengajar. Materi pelajaran ini mesti disusun dan diajarkan sedemikian rupa sehingga pelajar bahasa Arab benar-benar mahir menulis huruf abjad Arab dan mahir membacanya. Kemahiran ini perlu dicapai secepatnya pada tahap-tahap permulaan proses pengajaran di peringkat permulaan. 

Sumber : Ismail Suardi Wekke. Model Pembelajaran Bahasa Arab. 2014. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA.

Adapun karakteristik bahasa yaitu
1. Berdasarkan aspek sosiologis tiap-tiap bahasa mempunyai ragam bahasa.
2. Berdasarkan aspek geografis tiap-tiap bahasa mempunyai dialog yang berbeda-beda. dialek bahasa Arab di Aljazair berbeda dengan dialek bahasa Arab di Sudan, ceria, dan Irak. Demikian juga dialek bahasa Inggris di Irlandia berbeda dengan dialek bahasa Inggris di Skotlandia.
3. setiap bahasa mempunyai peringkat-peringkat. Ada yang disebut dengan bahasa fushha (resmi) dan ada juga yang dinamakan bahasa 'amiyah (sehari-hari).
4. ekspresi bahasa bisa melalui media lisan; dan bisa juga melalui media tulisan.
5. dalam mengucapkan suatu bahasa, setiap individu akan berbeda antara seseorang dengan yang lainnya. Inilah yang dinamakan dengan lahjah farfiyyaj (gaya bahasa perorangan).
6. Bahasa itu mempunyai beberapa tingkatan dalam pembentukannya. Ada tingkatan bunyi morfem, kosakata, Tata kalimat, dan pemaknaan titik sekumpulan bunyi akan membentuk morfem atau unit sharf, dan sekumpulan morfem akan membentuk kosakata atau kata, dan sekumpulan dari kata-kata dapat membentuk kalimat.

Ilmu Lughah (linguistik) yaitu ilmu yang mempelajari bahasa titik ilmu ini mempunyai dua cabang;
1. Ilmu lughah nadzory (linguistik teoritis) bidang kajian ilmu ini diantaranya mencakup ilmul aswat (fenotik), ilmu funemat (funematik), sejarah liguistik, semantik, morfologi, dan sintaksis.
2. Ilmu lughah tatbiqy (linguistik terapan) yaitu mencakup pengajaran bahasa asing, terjemah, psikolinguistik, dan sosiolinguistik.

Sumber : Dr. Muhammad Ali Al-Khuliy. Model Pembelajaran Bahasa Arab. 2016. Bandung; Royyan Press

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Takdir Yang Berbisik

DDPH; Hadis tentang lingkungan pendidikan (keluarga)

Media Pembelajaran: Konsep Dasar Media dan Media Pembelajaran