Cerpen : Takdir Yang Berbisik

Takdir Yang Berbisik karya : Fika Zahrotul Rofi'ah Fajar masih menggantung di ufuk timur kala Liona mengayunkan langkahnya meninggalkan rumah mungil di sudut kampung. Sesekali ia menyeka keringat yang membasahi dahinya. Mentari mulai menampakkan diri, menyorotkan sinarnya yang menyengat. Namun itu tak menghalau Liona untuk terus melangkah. Pekerjaannya di kota sebagai seorang pembantu rumah tangga tak memungkinkannya memiliki waktu luang.  Saat Liona memasuki area perkotaan yang semakin padat, kedengaran dengungan hiruk-pikuk aktivitas manusia. Klakson mobil bersahutan, deru mesin kendaraan bermotor mengiringi setiap tapak kakinya. Liona menghela napas panjang. Ia telah terbiasa dengan semua itu.  Sesampainya di sebuah rumah mewah bergaya modern, Liona mengetuk pintu. Tak berapa lama seorang wanita setengah baya membukakan pintu untuknya. Senyum sumringah menghiasi wajah wanita itu. "Selamat pagi, Non. Seperti biasa, Liona akan membersihkan rumah dulu." Begitulah awal har...

Pendidikan Islam

 Pendidikan Islam


A. Pengertian Pendidikan Islam 

Dalam Islam, kata pendidikan dapat bermakna tarbiyah, berasal dari kata kerja rabba. Di samping kata rabba terdapat pula kata ta’dib, berasal dari kata addaba. Selain itu, ada juga kata talim. Berasal dari kata kerja allama. Ketiga istilah tersebut akan dibahas secara ringkas satu persatu sebagai berikut:

1. Tarbiyah Kata tarbiyah merupakan bentuk mashdar dari rabba yurabbiy tarbiyatan. Dalam Alquran dijelaskan:

 وَاخْفِضْ لَھُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْھُمَا كَمَا رَبَّیَانِي صَغِیرًا

 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24).

Dalam terjemahan ayat di atas, kata tarbiyah digunakan untuk mengungkapkan pekerjaan orangtua yang mengasuh anaknya sewaktu kecil. Menurut Bukhari Umar bahwa makna kata tarbiyah meliputi 4 unsur: a. menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang baligh; b. mengembangkan seluruh potensi dan kesiapan yang bermacam-macam; c. mengarahkan seluruh fitrah dan potensi anak menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan yang layak baginya; d. proses ini pendidikan ini dilakukan secara bertahap.

2. Ta’dib
Muhammad Nadi al-Badri, sebagaimana dikutip oleh Ramayulis, mengemukakan bahwa pada zaman klasik, orang hanya mengenal kata ta‘dib untuk menunjukkan kegiatan pendidikan. Pengertian seperti ini terus terpakai sepanjang masa kejayaan Islam, hingga semua ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh akal manusia waktu itu disebut adab, baik yang berhubungan langsung dengan Islam seperti: fiqh, tafsir, tauhid, ilmu bahasa Arab dan sebagainya maupun yang tidak berhubungan langsung seperti ilmu fisika, filasafat, astronomi,kedokteran, farmasi dan lain-lain. Semua buku yang memuat ilmu tersebut dinamai kutub al-adab. Dengan demikian terkenallah al-Adab al-Kabir dan al-Adab al-Shaghir yang ditulis oleh Ibn al-Muqaffa (w. 760 M). Seorang pendidik pada waktu itu disebut Mu‘addib.
Ta‘dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat- tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan di dalam tatanan wujud dan keberadaannya.
Dalam struktur telaah konseptualnya, ta‘dib sudah mencakup unsur-unsur pengetahuan (‘ilm), pengajaran (ta'lim), dan pengasuhan yang baik (tarbiyah).10 Dengan demikian, ta'dib lebih lengkap sebagai term yang mendeskripsikan proses pendidikan Islam yang sesungguhnya. Dengan proses ini diharapkan lahir insan-insan yang memiliki integritas kepribadian yang utuh dan lengkap.

3. Ta`lim
Kata allama mengandung pengertian memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian, karena sedikit sekali kemungkinan membinakepribadian Nabi Adam as. melalui nama benda-benda yang diajarkan oleh Allah dalam friman-Nya:
 
 “Dan Allah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudia dikemukan kepada para malaikat. Maka Allah berfirman, “Sebutkanlah nama-nama benda itu semua, jika kamu benar.” (QS. Al-Baqarah: 31).

B. Ruang Lingkup Pendidikan Islam 
Proses tarbiyah (pendidikan) mempunyai tujuan untuk melahirkan suatu generasi baru dengan segala cirinya yang unggul dan beradab. Penciptaan generasi ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan yang sepenuhnya dan seutuhnya kepada Allah Swt. melalui proses tarbiyah. Melalui proses tarbiyah inilah, Allah Swt. telah menampilkan peribadi muslim yang merupakan uswah dan qudwah melalui Muhammad saw. Peribadinya merupakan manifestasi dan jelmaan dari segala nilai dan norma ajaran Alquran dan sunah Rasulullah. Asyyahid Sayyid Qutb telah merumuskan tiga faktor pendidikan bagi anak. Pertama, Alquran sebagai sumber pembentukan yang satu-satunya. Natijah dari keaslian sumber ini ialah lahirnya generasi yang serba murni hati, akal, tasawwuf dan perasaan yang ikhlas. Kedua, membaca dan mempelajari Alquran dengan maksud untuk melaksanakan perintah Allah dengan serta merta sebaik sahaja didengar dan difahami. Dan ketiga, pengislaman yang sama sekali mengakhiri kejahilan silam dan memisahkan dari kejahilan sekitarnya.

Sumber :
Rahmat Hidayat. Ilmu Pendidikan Islam. 2016. Medan:Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan
Indonesia (LPPPI)

A. Pengertian Pendidikan Islam
Pengertian pendidikan secara etimologi istilah pendidikan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata didik dengan memberinya awalan "pe"dan akhiran "kan" yang mengandung arti "perbuatan" ( hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan pada mulanya berasal dari bahasa Yunani yaitu " paedagogie" yang asal katanha paedagogia yang berarti "pergulatan dengan anak". Paduan katanya paedagogos yang berartu paedos (anak) dan agoge (saya membimbing) yang berarti paedagogos menyatakan seseorang yang tugasnya membimbing anak dalam pertumbuhan agar dapat berdiri sendiri. sedangkan dalam bahasa Inggris kata pendidikan (education) berasal dari educate yang artinya mendidik yakni, memberi peningkatan (to elict to giverceto) dan mengembangkan (to evole to devwlop). Pengertian pendidikan islam secara terminologi Kata "islam" dalam "pendidikan islam" menunjukkan warna pendidikan tertentu, yaitu pendidikan yang berwarna islam pendidikan yang islamiyah yaitu pendidikan yang berdasarkan Islam. Menurut Azyumardi Azra menyatakan: pengertian pendidikan Islam secara umum, yang kemudian dihubungkan dengan Islam sebagai suatu sistem keagamaan yang menimbulkan pengertian-pengertian baru yang secara implis menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dalam konotasi istilah tarbiyah, ta'lim, dan takdir yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain: informal, formal dan non formal. ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang teori-teori atau usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani anak didik oleh orang dewasa sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Alquran dan hadis. ilmu pendidikan Islam merupakan ilmu pengetahuan praktis karena yang diuraikan dalam ilmu ini dilaksanakan dalam kegiatan pendidikan, dan orang yang mempelajari ilmu ini dengan tujuan untuk dapat mengetahui dan mengarahkan kegiatan pendidikan. ilmu pendidikan Islam juga merupakan ilmu pengetahuan rohani, karena situasi pendidikan itu berdasarkan atas tujuan tertentu dan tidak membiarkan anak tumbuh secara liar sesuai dengan keinginannya, melainkan memandangnya sebagai makhluk susila berharakat dan ingin membawanya ke arah manusia susila, memiliki harkat dan berbudaya. ilmu pendidikan Islam adalah ilmu normatif karena ilmu ini berdasarkan dari diri dan pemilihan norma-norma yang baik dari norma-norma yang tidak baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani peserta didik yang dilakukan dengan bertanggung jawab serta memiliki kemampuan untuk mendidik sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Alquran dan hadis.

B. Ruang Lingkup Pendidikan Islam
1. Perbuatan mendidik itu sendiri yaitu perbuatan mendidik di sini adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidik sewaktu menghadapi atau mengasuh anak didik.
2. anak didik yaitu pihak yang merupakan objek terpenting dalam pendidikan titik hal ini disebabkan perbuatan atau tidak akan mendidik diadakan atau dilakukan hanyalah untuk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yang kita cita-citakan titik dalam pendidikan Islam anak Didi itu sering kali disebut dengan istilah yang bermacam-macam, antara lain santri, Talib, muta'alim, muhazb dan tilmiz.
3. Dasar dan tujuan pendidikan Islam yaitu landasan yang menjadi fundamental serta sumber dari segala kegiatan pendidikan Islam ini dilakukan titik maksudnya pelaksanaan pendidikan Islam harus berlandas atau bersumber dari dasar tersebut titik dalam hal ini dasar atau sumber pendidikan Islam yaitu arah ke mana anak didik ini akan dibawa titik secara ringkas tujuan pendidikan Islam yaitu ingin membentuk anak didik menjadi manusia (dewasa) muslim yang bertakwa kepada Allah dan kepribadian muslim.
4. Pendidik yaitu subjek yang melaksanakan pendidikan Islam.
5. materi pendidikan Islam yaitu bahan-bahan, atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik dalam pendidikan Islam materi pendidikan ini seringkali disebut dengan istilah maddatul tarbiyah.
6. media pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan dari pengirim atau guru kepada penerima atau siswa dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar Pendidikan. 7. metode pendidikan Islam yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan materi pendidikan Islam agar materi pendidikan Islam tersebut dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh peserta didik.
8. evaluasi pendidikan yaitu memuat cara-cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar.
9. lingkungan sekitar yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan hasil pendidikan Islam. 

Sumber
Nik Haryanti. Ilmu Pendidikan Islam. 2014. Malang: Penerbit Gunung Samudera Anggota IKAPI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Takdir Yang Berbisik

DDPH; Hadis tentang lingkungan pendidikan (keluarga)

Media Pembelajaran: Konsep Dasar Media dan Media Pembelajaran