Ilmu Komunikasi
A. Pengertian Komunikasi
Ibrahim at-Taymi, berpendapat bahwa “seseorang
mukmin ketika hendak berbicara, dia berpikir dahulu, jika
bermanfaat diucapkan, jika tidak bermanfaat tidak diucapkan,
sedangkan orang kafir (durhaka) lisannya mengalir saja”.
Komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara
pengirim dan penerima, dengan bantuan pesan; pengirim dan
penerima memiliki beberapa pengalaman bersama yang
memberi arti pada pesan dan simbol yang dikirim oleh
pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.
(Suranto: 2005).
Wilbur Schramm sebagaimana dikutip Elly (2007)
menegaskan bahwa unsur utama dalam komunikasi
mencakup lima unsur utama, yaitu komunikator, pesan,
media, komunikan, dan efek. Tidak seluruh definisi
dikemukakan di sini, tetapi berdasarkan definisi yang ada di
atas dapat diambil pemahaman bahwa: pertama, Komunikasi
pada dasarnya merupakan suatu proses penyampaian
informasi. Dilihat dari sudut pandang ini, kesuksesan
komunikasi bergantung pada desain pesan atau informasi dan
cara penyampaiannya. Kedua, Komunikasi adalah proses
penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain.
pengirim pesan atau komunikator memiliki peran yang paling
menentukan dalam keberhasilan komunikasi, sedangkan
komunikan atau penerima pesan hanya sebagai objek yang
pasif. Ketiga, Komunikasi diartikan sebagai proses
penciptaan arti terhadap gagasan atau ide yang disampaikan.
Pemahaman ini menempatkan tiga komponen, yaitu pengirim,
pesan, dan penerima pesan pada posisi yang seimbang. Proses ini menuntut adanya proses encoding oleh pengirim dan
decoding oleh penerima sehingga informasi dapat bermakna.
Begitu juga halnya dengan kualitas pembelajaran,
sangat dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang
terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran
kepada peserta didik, di mana peserta didik mampu
memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan Komunikasi
efektif dalam pembelajaran kepada peserta didik, di mana
peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan
tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan
perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Guru yang dalam
hal ini sebagai komunikator adalah pihak yang paling
bertanggung jawab terhadap berlangsungnya komunikasi
yang efektif dalam pembelajaran sehingga guru sebagai
pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang
baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang melibatkan
dua orang atau lebih dan di dalamnya terjadi pertukaran
informasi dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Komunikasi
adalah suatu proses yang dinamis, bukan yang bersifat statis
sehingga memerlukan tempat, menghasilkan perubahan
dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama,
serta melibatkan suatu kelompok.
Dilihat dari pprosesnya, komunikasi dibedakan atas
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi
verbal adalah komunikasi dengang menggunakan bahasa,
baik bahasa tulis maupun bahasa lisan, sedangkan komunikasi
nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat,
gerak-gerik, gambar, lambang, mimik muka, dan sejenisnya.
Ketercapaian tujuan merupakan keberhasilan
komunikasi.
B. Elemen-elemen Komunikasi
Di dalam komunikasi terdapat 5 elemen yang
terlibat, yaitu sender (pengiriman informasi), receiver
(penerima informasi), informasi, feedback dan media.
Kelima komponen tersebut dapat dilihat pada uraian di bawah ini.
a. Komunikator (pengirim pesan)
Komunikator merupakan sumber dan pengirim pesan.
Kredibilitas komunikator yang membuat komunikan
percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan komunikasi.
b. Pesan yang disampaikan
Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan
kebutuhan penerima pesan, adanya kesamaan pengalaman
tentang pesan, dan ada peran dalam memenuhi kebutuhan
penerima.
c. Komunikan (penerima pesan)
Agar komunikasi bejalan lancar, komunikan harus mampu
manafsirkan pesan, sadar bahwa pesan sesuai dengan
kebutuhannya, dan harus ada perhatian terhadap pesan
yang diterima.
d. Konteks
Komunikasi belangsung dalam setting atau lingkungan
tertentu. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung
keberhasilan komunikasi.
e. Sistem penyampaian
Sistem penyampaian berkaitan dengan metode dan media.
Metode dan media yang digunakan dalam proses
komunikasi harus disesuaikan dengan kondisi atau
karakteristik penerima pesan.
Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan
sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi pada
karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan
kepada penerima pesan. Jadi syarat utama dalam komunikasi
efektif adalah karakter yang kukuh yang dibangun dari
integritas pribadi yang kuat. Integritas pribadi menghasilkan
kepercayaan dan merupakan dasar jenis deposito yang berat.
Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun
komunikasi yang efektif karena tidak ada persahabatan yang
lebih dari sekedar kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan
kebenaran atau menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita
dengan realitas.integritas adalah menyesuaikan realitas
dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan
kejujuran besifat pasif. Seorang pendidik akan menjadi faktor
yang terus disorot oleh siswa. Oleh karena itu, apabila Anda seorang pendidik diharapkan bisa menjadi teladan yang baik
bagi siswa dalam setiap perilakunya.
Dengan demikian, proses komunikasi dapat
berlangsung satu arah dan dua arah. Komunikasi yang
dianggap efektif adalah komunikasi yang menimbulkan arus
informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari
penerima pesan. Dalam proses komunikasi yang baik akan
terjadi tahapan pemaknaan terhadap pesan (meaning) yang
akan disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator
melakukan proses encoding, yaitu interpretasi atau
mempersepsikan makna dari pesan tadi, dan selanjutnya
dikirim kepada komunikan melalui channel yang dipilih.
Pihak komunikan menerima informasi dari pengirim dengan
melakukan proses decoding, yaitu menginterpretasi pesan
yang diterima, dan kemudian memahaminya sesuai dengan
maksud komunikator. Singkronisasi pemahaman antara
komunikan dengan komunikator akan menimbulkan respons
yang disebut dengan umpan balik.
Sumber:
Eni Fariyatul Fahyun. TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI. 2017. Sidoarjo:UMSIDA Press
Komentar
Posting Komentar