Cerpen : Takdir Yang Berbisik

Takdir Yang Berbisik karya : Fika Zahrotul Rofi'ah Fajar masih menggantung di ufuk timur kala Liona mengayunkan langkahnya meninggalkan rumah mungil di sudut kampung. Sesekali ia menyeka keringat yang membasahi dahinya. Mentari mulai menampakkan diri, menyorotkan sinarnya yang menyengat. Namun itu tak menghalau Liona untuk terus melangkah. Pekerjaannya di kota sebagai seorang pembantu rumah tangga tak memungkinkannya memiliki waktu luang.  Saat Liona memasuki area perkotaan yang semakin padat, kedengaran dengungan hiruk-pikuk aktivitas manusia. Klakson mobil bersahutan, deru mesin kendaraan bermotor mengiringi setiap tapak kakinya. Liona menghela napas panjang. Ia telah terbiasa dengan semua itu.  Sesampainya di sebuah rumah mewah bergaya modern, Liona mengetuk pintu. Tak berapa lama seorang wanita setengah baya membukakan pintu untuknya. Senyum sumringah menghiasi wajah wanita itu. "Selamat pagi, Non. Seperti biasa, Liona akan membersihkan rumah dulu." Begitulah awal har...

Filsafat Umum

Filsafat Umum

A. Makna Filsafat

Filsafat adalah kata yang sederhana tapi memiliki cangkupan makna yang sangat luas tak berbatas. Terdapat banyak sekali pengertian filsafat secara terminologi. Kata Filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani: philosophia, yang terdiri dari kata philos (suka, cinta) atau philia (persahabatan, ketertarikan) dan kata sophos (kebijaksanaan, kebenaran, hikmah, pengalaman, pengetahuan). Jadi, secara sederhana filsafat adalah cinta yang dilakukan para individual untuk mencapai kebijaksanaan/kebenaran. Adapun orangnya disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.


Baca Juga Filsafat Umum Karakteristik : klik disini

Adapun pengertian Filsafat menurut beberapa ahli yaitu: 
 
1. Cicero (106-43 SM): Filsafat adalah “ibu” dari semua seni (The mother of all the arts). Ia juga mendefinisikan filsafat sebagai art vitae (seni kehidupan).

2. Phytagoras (572-497 SM), yang menjadi filosof pertama yang menggunakan kata filsafat dan mengemukakan pendapatnya bahwa “manusia terbagi menjadi tiga tipe, yaitu yang mencintai kesenangan, yang mencintai kegiatan, dan yang mencintai kebijaksaan (dekat Tuhan)” 

3. Plato (427-347 SM) berpendapat bahwa “objek filsafat ialah penemuan yang memang nyata dan bersifat absolute, lewat dialetika”. Lalu Aristoteles (384-332 SM), merupakan tokoh utama filosof klasik, yang menurutnya “filsafat ialah kegiatan menyelidiki sebab-akibat atas semua yang berwujud (ontology)”. Karena itu, menjadi dasar bahwa setiap hal yang terjadi pasti tidak terlepas dari materi.

4. Aristoteles (384-322 SM): Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, danestetika. Kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

5. Imanuel Kant (1724-1804 M), mengatakan “filsafat adalah ilmu dasar dan pangkal dari semua pengetahuan, yang mencangkup empat persoalan: a. Apa yang dapat diketahui? (Dijawab oleh metafisika) b. Apa yang boleh dikerjakan? (Dijawab oleh etika/norma) c. Sampai dimanakah pengharapan kita? (Dijawab oleh agama) d. Apakah yang dinamakan manusia? (Dijawab oleh antropolog)
6. Al-Farabi (950 M), menjadi filosof Muslim terkenal sebelum Ibnu Sina berkata, “Filsafat adalah ilmu alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya”.

7. Francis Bacon: Filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu, dan filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

8. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

9. Harun Nasution (1973): Filsafat ialah berpikir menurut tata tertib (logika), bebas, (tidak terikat pada tradisi, dogma, serta agama dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.

Dari pengertian yang ada, filsafat adalah landasan pokok dari seluruh ilmu yang membawa dampak baik untuk manusia, dimana pengetahuan tersebut bersifat radikal dan mutlak dalam mencari kebenaran dengan tujuan ketika didapatkan, hasil yang diperoleh bisa dinalarkan dengan akal logika manusia. filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Filsafat bisa juga diartikan sebagai proses berpikir secara meluas, mendasar, menyeluruh, secara sistematis untuk mencari sebuah kebenaran. Subjek penyelidikan filsafat adalah realitas itu sendiri untuk memahami manusia dan alam semesta.

Sumber :
Dr. Sardianto Markos Siahan. Filsafat Pendidikan. 2019. Palembang: Universitas Sriwijaya


Dari segi umum, filsafat diartikan sebagai ilmu penge tahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Filsafat mencari apa hakekat atau sari atau inti dari segala sesuatu yang ada ini.

B. Objek Kajian Filsafat Umum

Secara garis besar obyek filsafat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Obyek Material. Yang menjadi obyek materia 

filsafat adalah segala sesuatu yang menjadi masalah oleh filsafat atau dalam filsafat. Ada berbagai pendapat tentang hal ini di antaranya:
a. Louis Kattsoff Ia menyatakan bahwa obyek filsafat sangat luas sekali yaitu segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui oleh manusia.
b. Perdjawijatna Ia menyatakan bahwa obyek filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada.
c. D.C. Mulder Ia menyatakan bahwa obyek filsafat meliputi tiga persoalan pokok, yaitu: 1) Apakah Allah dan siapakah Allah itu, 2) Apa dan siapakah manusia itu, 3) Apakah hakekat dari segala realitas (kenyataan) ini. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa obyek filsafat tiada lain ialah segala sesuatu yang ada, yang pada garis besarnya dibagi menjadi tiga persoalan pokok yaitu: hakekat Tuhan, alam, dan manusia.

2. Obyek Formal Yang dimaksud obyek formal filsafat tiada lain ialah mencari keterangan sedala-dalamnya tentang obyek material filsafat yaitu segala sesuatu yang ada atau sarwa- yang-ada. Dari obyek formal inilah filsafat berbeda dengan ilmu- ilmu lain, walaupun obyek materialnya sama, hal ini sebagaimana ciri filsafat mencari keterangan sedalam- dalamnya.

C. Manfaat Mempelajari Filsafat

1. Filsafat menolong, mendidik, dan membangun diri kita sendiri. Dengan berpikir lebih mendalam, kita menyadari dan mengalami tentang kerohanian kita. Rahasia hidup yang kita selidiki justru memaksa kita berpikir, untuk hidup dengan sesadar-sadarnya dan memberikan isi kepada hidup kita sendiri.

2. Filsafat memberi pandangan yang luas kepada kita, hal ini untuk menghindar dari akuisme atau aku sentrisme artinya untuk menghindari dari segala hal yang melihat dan mementingkan kepentingan serta kesenangan diri sendiri.

3. Filsafat memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu pendidikan, dan sebagainya.

4. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. Kita tidak hanya ikut-ikutan saja tetapi secara kritis kita menyelidiki apa yang dikemukakan orang. Kita mem- punyai pendapat sendiri, berdiri sendiri dengan cita-cita mencari kebenaran.

5. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari. Dalam filsafat, kita dilatih melihat dulu apa yang menjadi persoalan, dan ini merupakan syarat untuk memecahkannya.

Faedah-faedah tersebut di atas adalah faedah yang langsung bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan berkaitan dengan kehidupan praktis.

Sedangkan dalam kaitannya dengan ilmu yang lain faedah atau fungsi filsafat adalah sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of science) pada masa awalnya dan pada masa sekarang sebagai interdisipliner sistem. Disamping selaku peng- hubung antar disiplin ilmu pengetahuan, filsafat sanggup me- meriksa, mengevaluasi, mengoreksi dan lebih menyempurna- kan prinsip-prinsip dan asas-asas yang melandasi berbagai ilmu pengetahuan itu. Hal ini karena filsafat adalah ilmu yang tak terbatas.

Sumber :
Waris. Pengantar Filsafat. 2014. Ponorogo: STAIN Ppo PRESS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Takdir Yang Berbisik

DDPH; Hadis tentang lingkungan pendidikan (keluarga)

Media Pembelajaran: Konsep Dasar Media dan Media Pembelajaran