Filsafat adalah kata yang sederhana tapi memiliki cangkupan makna
yang sangat luas tak berbatas. Terdapat banyak sekali pengertian filsafat
secara terminologi. Kata Filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani:
philosophia, yang terdiri dari kata philos (suka, cinta) atau philia
(persahabatan, ketertarikan) dan kata sophos (kebijaksanaan, kebenaran,
hikmah, pengalaman, pengetahuan). Jadi, secara sederhana filsafat adalah
cinta yang dilakukan para individual untuk mencapai kebijaksanaan/kebenaran. Adapun orangnya disebut filosof yang dalam
bahasa Arab disebut failasuf.
1. Cicero (106-43 SM): Filsafat adalah “ibu” dari semua seni (The mother of
all the arts). Ia juga mendefinisikan filsafat sebagai art vitae (seni
kehidupan).
2. Phytagoras (572-497 SM), yang menjadi filosof pertama yang
menggunakan kata filsafat dan mengemukakan pendapatnya bahwa
“manusia terbagi menjadi tiga tipe, yaitu yang mencintai kesenangan,
yang mencintai kegiatan, dan yang mencintai kebijaksaan (dekat
Tuhan)”
3. Plato (427-347 SM) berpendapat bahwa “objek filsafat ialah penemuan
yang memang nyata dan bersifat absolute, lewat dialetika”. Lalu
Aristoteles (384-332 SM), merupakan tokoh utama filosof klasik, yang
menurutnya “filsafat ialah kegiatan menyelidiki sebab-akibat atas semua
yang berwujud (ontology)”. Karena itu, menjadi dasar bahwa setiap hal
yang terjadi pasti tidak terlepas dari materi.
4. Aristoteles (384-322 SM): Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang
meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika,
logika, retorika, etika, ekonomi, politik, danestetika. Kewajiban filsafat
adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian
filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab
telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
5. Imanuel Kant (1724-1804 M), mengatakan “filsafat adalah ilmu dasar
dan pangkal dari semua pengetahuan, yang mencangkup empat
persoalan:
a. Apa yang dapat diketahui? (Dijawab oleh metafisika)
b. Apa yang boleh dikerjakan? (Dijawab oleh etika/norma)
c. Sampai dimanakah pengharapan kita? (Dijawab oleh agama)
d. Apakah yang dinamakan manusia? (Dijawab oleh antropolog)
6. Al-Farabi (950 M), menjadi filosof Muslim terkenal sebelum Ibnu Sina
berkata, “Filsafat adalah ilmu alam yang maujud dan bertujuan
menyelidiki hakikat yang sebenarnya”.
7. Francis Bacon: Filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu, dan filsafat
menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.
8. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana
Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
9. Harun Nasution (1973): Filsafat ialah berpikir menurut tata tertib
(logika), bebas, (tidak terikat pada tradisi, dogma, serta agama dan
dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.
Dari pengertian yang ada, filsafat adalah landasan pokok dari seluruh
ilmu yang membawa dampak baik untuk manusia, dimana pengetahuan
tersebut bersifat radikal dan mutlak dalam mencari kebenaran dengan
tujuan ketika didapatkan, hasil yang diperoleh bisa dinalarkan dengan akal
logika manusia.
filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang
mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya.
Filsafat bisa juga diartikan sebagai proses berpikir secara meluas, mendasar,
menyeluruh, secara sistematis untuk mencari sebuah kebenaran. Subjek
penyelidikan filsafat adalah realitas itu sendiri untuk memahami manusia
dan alam semesta.
Sumber :
Dr. Sardianto Markos Siahan. Filsafat Pendidikan. 2019. Palembang: Universitas Sriwijaya
Dari segi umum, filsafat diartikan sebagai ilmu penge tahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk
memperoleh kebenaran. Filsafat mencari apa hakekat
atau sari atau inti dari segala sesuatu yang ada ini.
B. Objek Kajian Filsafat Umum
Secara garis besar obyek filsafat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Obyek Material.
Yang menjadi obyek materia
filsafat adalah segala sesuatu
yang menjadi masalah oleh filsafat atau dalam filsafat. Ada berbagai pendapat tentang hal ini di antaranya:
a. Louis Kattsoff
Ia menyatakan bahwa obyek filsafat sangat luas sekali yaitu segala pengetahuan manusia serta segala
sesuatu yang ingin diketahui oleh manusia.
b. Perdjawijatna
Ia menyatakan bahwa obyek filsafat adalah segala
yang ada dan yang mungkin ada.
c. D.C. Mulder
Ia menyatakan bahwa obyek filsafat meliputi tiga
persoalan pokok, yaitu:
1) Apakah Allah dan siapakah Allah itu,
2) Apa dan siapakah manusia itu,
3) Apakah hakekat dari segala realitas (kenyataan)
ini.
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa obyek
filsafat tiada lain ialah segala sesuatu yang ada, yang
pada garis besarnya dibagi menjadi tiga persoalan
pokok yaitu: hakekat Tuhan, alam, dan manusia.
2. Obyek Formal
Yang dimaksud obyek formal filsafat tiada lain ialah
mencari keterangan sedala-dalamnya tentang obyek
material filsafat yaitu segala sesuatu yang ada atau sarwa-
yang-ada. Dari obyek formal inilah filsafat berbeda dengan ilmu-
ilmu lain, walaupun obyek materialnya sama, hal ini
sebagaimana ciri filsafat mencari keterangan sedalam-
dalamnya.
C. Manfaat Mempelajari Filsafat
1. Filsafat menolong, mendidik, dan membangun diri kita
sendiri. Dengan berpikir lebih mendalam, kita menyadari
dan mengalami tentang kerohanian kita. Rahasia hidup
yang kita selidiki justru memaksa kita berpikir, untuk
hidup dengan sesadar-sadarnya dan memberikan isi kepada
hidup kita sendiri.
2. Filsafat memberi pandangan yang luas kepada kita, hal
ini untuk menghindar dari akuisme atau aku sentrisme
artinya untuk menghindari dari segala hal yang melihat
dan mementingkan kepentingan serta kesenangan diri
sendiri.
3. Filsafat memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita
sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu
pengetahuan lainnya seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu
pendidikan, dan sebagainya.
4. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. Kita
tidak hanya ikut-ikutan saja tetapi secara kritis kita
menyelidiki apa yang dikemukakan orang. Kita mem-
punyai pendapat sendiri, berdiri sendiri dengan cita-cita
mencari kebenaran.
5. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk
melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam
hidup sehari-hari. Dalam filsafat, kita dilatih melihat dulu
apa yang menjadi persoalan, dan ini merupakan syarat
untuk memecahkannya.
Faedah-faedah tersebut di atas adalah faedah yang
langsung bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini menunjukkan berkaitan dengan kehidupan praktis.
Sedangkan dalam kaitannya dengan ilmu yang lain faedah
atau fungsi filsafat adalah sebagai induk ilmu pengetahuan
(mother of science) pada masa awalnya dan pada masa sekarang
sebagai interdisipliner sistem. Disamping selaku peng-
hubung antar disiplin ilmu pengetahuan, filsafat sanggup me-
meriksa, mengevaluasi, mengoreksi dan lebih menyempurna-
kan prinsip-prinsip dan asas-asas yang melandasi berbagai
ilmu pengetahuan itu. Hal ini karena filsafat adalah ilmu
yang tak terbatas.
Sumber :
Waris. Pengantar Filsafat. 2014. Ponorogo: STAIN Ppo PRESS
Komentar
Posting Komentar