Hambatan-hambatan Komunikasi
HAMBATAN-HAMBATAN PADA KOMUNIKASI YANG EFEKTIFAda dua faktor penting dalam melakukan komunikasi yang efektif.
Pertama adalah komunikator mesti menyampaikan informasi secara jelas
dan dapat dipahami oleh komunikan. Kedua, komunikan mesti merasakan
dan mampu menginterpretasikan relasi pesan secara akurat. Sangat
penting untuk mengetahui dan menghindari hambatan-hambatan saat
berkomunikasi.
Setiap orang pasti punya keterbatasan dan kapasitas untuk mengolah
data. Ketika informasi yang kita miliki untuk bekerja diluar keterbatasan
kemampuan kita, hasilnya adalah kelebihan beban informasi. Dengan
berbagai media komunikasi untuk menjaga masa kini dalam suatu bidang membuat banyak manajer dan professional lain mengeluh dimana mereka
merasa terbebani sebab terlalu banyak informasi. Mereka mungkin
menempatkannya sampai proses lebih lanjut melampaui situasi. Meskipun
demikian, hasilnya adalah hilangnya informasi dan kurangnya komunikasi
yang efektif (Ikhsan et al., 2015).
Menurut (Kreitner & Kinicki, 2014), ada 3 hambatan dalam
berkomunikasi, diantaranya yaitu:
Hambatan personal, merupakan setiap atribut pribadi yang
menghambat komunikasi. Terdapat Sembilan hambatan personal yang
umum ada dan mengakibatkan disinformasi.
1. Variable kemampuan dalam komunikasi secara efektif. Mereka punya
kemampuan dalam memakai gerakan tubuh, referensi kosakata,
berkomunikasi dalam bentuk ringkasan,dan keahlian dalam membuat
orang lain tertarik untuk berkomunikasi dengan kita
2. Variasi dalam bagaimana informasi diproses dan diinterpretasikan.
Dari berbagai macam tanggapan seseorang dapat mempengaruhi
interpretasi melalui apa yang orang itu dengar dan lihat
3. Variasi dalam kepercayaan antarpribadi. Komunikasi biasanya akan
berlawanan saat orang lain tidak yakin dengan apa yang kita
sampaikan. Tidak fokus pada informasi apa yang disampaikan serta
rendahnya rasa kepercayaan terhadap pesan tersebut mengakibatkan
orang menjadi lebih tertutup.
4. Stereotip dan anggapan. Stereotip merupakan menyederhanakan
dengan berlebihan terhadap kelompok tertentu. Hal ini merupakan
perilaku yang tidak baik karena dapat mengganggu dan
mempengaruhi pesan yang mereka sampaikan.
5. Ego yang besar. Ego bisa menimbulkan perselisihan dan
mempengaruhi bagaimana kita bersikap kepada orang lain.
6. Kekurangan dalam mendengar. Sungkan untuk melakukan komunikasi
kepada orang lain ketika kita beranggapan orang tersebut atau pesan
yang disampaikan tidaklah penting, sehingga komunikan tidak mau
mendengarkan komunikator.
7. Kecenderungan dalam menilai informasi orang lain. Semua orang
memiliki sifat alami untuk menilai informasi secara subjektif berdasarkan kejadian yang pernah dialami. Apalagi bila seseorang
memiliki intuisi yang kuat terhadap hal tersebut.
8. Tidak mampunya mendengarkan dengan definisi. Seseorang mesti
mendengarkan melalui pengertian; hal ini dapat mempengaruhi
keakuratan Anda dalam menyampaikan informasi
9. Komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal yang tidak ditambahkan
dengan komunikasi non-verbal dapat mempengaruhi makna dan
akurasi pesan yang disampaikan
Hambatan Fisik: Suara, Waktu, Ruang, dan Lainnya. Ketika berbicara
ditempat yang sangat berisik sehingga kita tidak dapat mendengarkan apa
yang orang lain katakan, itu merupakan hambatan fisik. Bentuk bangunan
yang mengganggu juga merupakan hambatan fisik. Perbedaan waktu
daerah, media yang rusak juga termasuk dalam golongan hambatan fisik.
Hambatan Semantis: Arti Kata-Kata. Semantis merupakan ilmu
mengenai makna kata. Hambatan semantis umumnya terjadi pada
organisasi yang punya beragam budaya dan bersifat internasional.
Keanekaragaman budaya ini menimbulkan berbagai persepsi, kebiasaan,
dan perilaku anggota yang berbeda-beda, sehingga sulit dalam memahami
satu sama lain.
SUMBER:
Robert Tua Siregar, dkk, Komunikasi Organisasi, (Bandung: Grup CV. Widina Media Utama, 2021)
Komentar
Posting Komentar